Mega Minta Kadernya Tanggap dan jadi yang Pertama Tampil Bantu Korban Bencana Alam

Mega Minta Kadernya Tanggap dan jadi yang Pertama Tampil Bantu Korban Bencana Alam

Admin
24 Nov 2017
Dibaca : 334x
Bukannya FPI dan PKS yang Selama ini Selalu Pertama Kali Terjun saat Terjadi Bencana ?

Lampuhijau.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada seluruh kader partai untuk siap siaga membantu korban bencana di seluruh pelosok Tanah Air. Seluruh kader PDI Perjuangan, kata Megawati, ditakdirkan membantu rakyat tanpa memandang latar belakang agama, suku dan politik.

Hal itu disampaikan Megawati saat menutup pelatihan pencarian dan pertolongan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Kamis (23/11). Baguna merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan yang ditugaskan secara khusus oleh partai untuk terjun ke lokasi bencana.

”Tim SAR dari Baguna PDI Perjuangan adalah tim yang siap hadir pertama kali di setiap wilayah bencana tanpa memandang agama suku dan juga afiliasi politik,” kata Megawati di hadapan ratusan perwakilan kader Baguna PDI Perjuangan seluruh Indonesia. Dalam acara ini hadir pula Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda Muhammad Syaugi. 

Kader-kader Baguna yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) SAR sejak 17-23 November 2017 antara lain berasal dari Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan.

Megawati menjelaskan, kemanusiaan tidak pernah mengenal sekat atau latar belakang agama, suku, ras dan politik. Oleh karena itu, kata Megawati, membantu rakyat yang terkena musibah bencana merupakan kewajiban dan kesadaran dari setiap kader PDI Perjuangan. ”Setiap kader Baguna PDI Perjuangan hadir di tengah rakyat, semangat membantu rakyat tanpa pamrih, dengan tulus iklas, dan terus membangun semangat rakyat yang menjadi korban bencana. Kader harus hadir ditengah rakyat, tanpa pernah membedakan suku, agama, status sosial, bahkan pilihan partai politiknya,” tutur Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga bercerita ihwal pembentukan Baguna sebagai organisasi sayap partai di bidang kemanusiaan tahun 2005. Menurutnya, pembentukan Baguna tak lepas dari pengalaman dan kontribusinya menggagas pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) tahun 2001 dan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 2002. ”Saya memandang bahwa partai pun memilik tanggung jawab sosial, tangung jawab kemanusiaan dan harus hadir di tengah rakyat ketika bencana terjadi. Karena itulah Baguna saya bentuk. Baguna telah menjalankan berbagai operasi kemanusiaan, dan PDI Perjuanganlah sebagai satu-satunya partai yang memiliki badan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Megawati meminta kepada seluruh kader PDI Perjuangan untuk siap dan siaga merespons panggilan rakyat yang terkena musibah bencana. Siap dan siaga yang dimaksud adalah pertama kali tiba dan mengulurkan bantuan di lokasi bencana. ”Sebab, PDI Perjuangan sadar bahwa Indonesia adalah wilayah rawan bencana. Oleh karena itu perlu menyiapkan tim yang siap melakukan upaya penyelamatan. Siap dan siaga untuk terjun ke lokasi membantu rakyat yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Megawati. 

Untuk tahun ini, materi diklat yang diberikan kepada seluruh kader Baguna PDI Perjuangan terkait medical first responder (penolong yang pertama kali tiba di lokasi kejadian yang memiliki kemampuan medis) dan water rescue (pertolongan di air). Sasaran pelatihan adalah terbentuknya kemampuan potensi SAR bagi Baguna PDI Perjuangan yang handal, cepat dan aman dalam pencarian dan pertolongan.

”Jadi ini kami lakukan pelatihan salah satunya itu dari Baguna punyanya PDIP. Kami sudah ada MoU dengan PDIP untuk pencarian pertolongan dan ini melatih personil. Tugas kami mencari menolong menyelamatkan korban jiwa, ada tanggap darurat baru Basarnas hadir,” kata Kepala Basarnas, M. Syaugi di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/11).

Syaugi mengatakan pelatihan sudah dilakukan sejak 17 November dan ditutup pada 23 November 2017. Latihan kali ini di fokuskan dalam bencana di air. ”Kami melatih Baguna untuk water rescue, karena situasi di Jakarta (khususnya) banyak banjir, karena personel kami kan tidak hadir di seluruh plosok maka kita aktifkan potensi (Baguna) ini,” ujar M. Syaugi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved